RSS

Inilah 10 alasan yang wajib diketahui mengapa Dwi Tunggal Prabowo-Hatta harus menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI Masa Bhakti 2014-2019.

image

1.Prabowo-Hatta Pemimpin
Visioner
Prabowo punya 6 visi besar membangun
Peradaban Baru Indonesia melalui Program
Aksi Transformasi Bangsa. Sedangkan Hatta
memiliki 8 visi Kerja Nyata untuk menjadikan
Indonesia Sejahtera. Kedua visi besar ini
sangat nasionalis karena menginginkan
kebangkitan Indonesia menuju peradaban baru
Indonesia yang lebih Berdaulat dan
Bermartabat, Mandiri dan Berkarakter, Adil-
Makmur, dan Sejahtera.
6 Visi Besar Prabowo:
1. Membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil
dan makmur.
2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
3. Membangun kedaulatan pangan dan energi serta
pengamanan sumber daya air
4. Meningkatkan kualitas pembangunan manusia
Indonesia melalui program Pendidikan,
Kesehatan, Sosial dan budaya serta Olahraga
5. Membangun infrastruktur dan menjaga
kelestarian alam serta lingkungan hidup
6. Membangun pemerintahan yang bebas korupsi,
kuat, tegas, dan efektif
Visi besar Prabowo ini sejalan dengan 8 visi
besar Hatta
8 Visi Kerja Nyata Hatta:
1. Reformasi Agraria
2. Ketahanan Pangan Nasional
3. Reformasi Pengelolaan SDA
4. Penguatan Industri Dalam Negeri
5. Birokrasi Yang Melayani
6. Demokrasi Kesejahteraan
7. Otonomi Daerah Yang Bertanggung Jawab
8. Nasionalisme Baru
2. Prabowo-Hatta Pemimpin yang
Amanah
Prabowo-Hatta adalah pemimpin Dwi Tunggal
yang amanah. Keduanya memiliki sifat-sifat
kepemimpinan (Leadership) yang terpuji dan
unggul. Prabowo-Hatta dapat dipercaya dan
bertanggung jawab menjalankan tugas dan misi
mulia demi bangsa dan negaranya. Mereka
menjaga kepercayaan rakyat dengan sangat
bertanggung jawab. Kepercayaan itu pula yang
menjadikan Prabowo-Hatta juga dipercaya
memimpin organisasi yang didirikan
Prof.Dr.Ing. BJ Habibie yaitu Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai
Dewan Penasihat ICMI dan Ketua Dewan Pakar
ICMI.
Prabowo memiliki New Nasionalism , Hatta
Rajasa mempunyai Hattanomic. Keduanya sama-
sama menuju sebuah kebangkitan Indonesia
Raya menuju Peradaban Baru Indonesia yang
Adil, Maju, dan Sejahtera
3. Prabowo-Hatta Pemimpin
Berkarakter
Sosok Prabowo adalah sosok pribadi
berkarakter kuat. Dalam dirinya terkandung
pikiran, ucapan, dan tindakan yang tegas,
berani, jujur, disiplin, penuh komitmen, dan
berintegritas.
Prabowo bukan tipe pemimpin yang lebay,
peragu, pecundang, ciut nyali. Prabowo juga
bukan pemimpin berkarakter tempe, suka
mencla-mencle, esok dele sore tape,
cengengas-cengenges, dan cuma jadi boneka
yang gampang dipermainkan.
Prabowo berpendirian teguh, tak mudah
disetir orang lain yang akan merusak bangsa
dan negaranya. Prabowo akan mempertaruhkan
segalanya demi tegaknya Indonesia Raya, yang
Bermartabat, Adil, Maju, dan Sejahtera!!
Prabowo seperti Khalifah Umar Bin Khattab
yang pemberani dan melindungi. Berani
melindungi kepentingan bangsanya,
kepentingan rakyatnya, kepentingan
ideologisnya, dan kebhinekaannya. Prabowo
juga humanis dan welas asih, berhati lembut
kepada yang lemah dan kekurangan. Sama
seperti Khalifah Umar Bin Khattab yang harus
memanggul bahan pangan untuk rakyatnya yang
menangis dan kelaparan. Pemimpin yang
mengutamakan kepentingan dan keselamatan
orang lain daripada dirinya sendiri.
Sosok Hatta Rajasa adalah sosok berkarakter
cerdas, bernas, jujur, dan berintegritas.
Cerdas dan Bernas karena dengan pikiran-
pikirannya yang brilian, Hatta menciptakan
konsep ekonomi, Hattanomic, yang
menyeimbangkan secara smart kepentingan
nasional dan tetap menjaga hubungan luar
negeri sebagai bagian masyarakat dunia
dengan melindungi dan menguatkan industry
dalam negeri guna menghadapi perdagangan
bebas. Hattanomic menghindari resesi baru
dunia tetap secara cerdik memproteksi
kepentingan dalam negeri.
Hatta adalah pribadi yang jujur dan
berintegritas baik. Sebagai menter, Hatta
menunjukan pribadi yang sangat hati-hati
menggunakan anggaran negara. Sikap kehati-
hatian inilah salah satu praktik menjaga
kejujuran dalam perilaku politiknya.
Sehingga, Hatta dikenal sangat berintegritas
dan antikorupsi.
Hatta Rajasa memiliki karakter seperti
Khalifah Utsman Bin Affan yang mengerti
betul bagaimana memelihara ekonomi bangsanya
dan memastikan setiap jiwa tercukupi pangan,
sandang, dan papan, serta mencerdaskan
kehidupan bangsanya melalui pendidikan dan
memastikan kesehatan rakyat.
Kombinasi Prabowo yang tegas dan berani dan
sangat patriotis dengan sosok Hatta yang
cerdas, bernas dalam mengawal ekonomi dan
kerakyatan merupakan kombinasi kepemimpinan
yang tepat untuk Indonesia saat ini.
Indonesia membutuhkan tokoh politik yang
mampu membangkitkan kepercayaan rakyat dan
menegakkan harga diri bangsa. Indonesia juga
membutuhkan stabilitas ekonomi, yang
mengurusi kegiatan ekonomi rakyat untuk
menyejahterakan kehidupan masyarakat.
4. Prabowo-Hatta, Keturunan
Trah Mataram dan Sriwijaya-
Majapahit-Sunda Galuh
Prabowo Subianto adalah keturunan ke-8 Trah
Sultan Agung Mataram dan Kesultanan
Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono (HB) I.
Silsilahnya dimulai dari Sultan Agung ke Rdn
Adipati Mangkuprojo, Rdn Tumenggung Indrajik
Kartonegoro, Rdn Tumenggung Kertanegara atau
Banyak Wide (salah satu Panglima dan tangan
kanan Pangeran Diponegoro), Rdn Kartoatmojo.
Rdn Kartoatmojo ini menikah dengan bangsawan
dari Kesultanan Yogyakarta RA Djojoatmojo.
RA Djojoatmojo keturunan ke-4 dari Sultan HB
I.
Selanjutnya hasil pernikahan itu
menghasilkan keturunan Rdn Tumenggung
Mangkuprojo dan berikutnya adalah Margono
Djojohadikusumo. Margono adalah salah satu
Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia
bersama Ir. Soekarno. Margono memiliki
keturunan Prof. Dr. Soemitro
Djojohadikusumo. Soemitro adalah ayah
kandung Prabowo Subianto Djojohadikusumo.
Sebagai anak pendiri bangsa dan negara
Republik Indonesia, Prabowo memiliki darah
kebangsaan yang sangat kuat, memiliki
nasionalisme yang sangat mendalam. Prabowo
tidak akan mempertaruhkan bangsa dan negara
ini untuk kepentingan dirinya, keluarganya,
atau golongannya. Silsilah dan trah Prabowo
merupakan jaminan bagi bangsa ini untuk
bangkit dan Berjaya dan tak bisa didikte
oleh kepentingan asing yang akan merusak dan
meruntuhkan bangsa ini.
Hatta Rajasa memiliki hubungan keturunan
dari pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya
atau Sri Kertarajasa yang nama lengkapnya
Prabu Kertarajasa Jayawardhana (Nararya
Sanggaramawijaya Sri Maharaja Kertajasa
Jayawardhana 1293-1309).
Jika diurut dari kerajaan-kerajaan di Jawa,
Hatta Rajasa masih terhubung dengan pendiri
kerajaan Singasari, yakni Sri Rangga Rajasa,
dan masih memiliki trah dengan kerajaan
Sunda Galuh. Sebab, trah Raden Wijaya juga
masih terhubung dengan kerajaan Singasari
dan Sunda Galuh, karena Raden Wijaya
merupakan puteri pasangan Rakeyan Jayadarma
dan Dyah Lembu Tal. Ayahnya adalah putra
Prabu Guru Darmasiksa, raja Kerajaan Sunda
Galuh. Sedangkan ibunya adalah puteri Mahisa
Campaka, seorang Pangeran Kerajaan
Singasari. Raden Wijaya keturunan Jawa-
Sunda.
Masa keemasan Majapahit dipimpin Hayam Wuruk
atau dikenal dengan Sri Rajasanegara. Saat
inilah Patih Gajah Mada mengikarkan Sumpah
Palapa untuk menyatukan Nusantara.
Hatta Rajasa lahir di bumi Sriwijaya
(Palembang). Jadi, sosok Hatta Rajasa ini
gabungan trah-trah kerajaan Singasari-
Majapahit dan Sriwijaya. Kombinasi trah
raja-raja Jawa, Sunda, dan Sumatera.
Silsilah ini menjadi penting karena
sejatinya Hatta Rajasa memiliki darah
kepemimpinan dan pengukir sejarah kejayaan
Nusantara. Hatta Rajasa kini terlahir
sebagai Pemimpin Modern yang memiliki
karakter pengabdian yang ditunjukan selama
berabad-abad oleh sejarah pengabdian pada
Bumi pertiwi guna mewujudkan kejayaan
Nusantara, melayani rakyat dan melindungi
bangsa dan negara.
5. Prabowo-Hatta Lebih Pro
Rakyat
Bahasa komunikasi Prabowo sangatlah pro
rakyat. Jargon-jargonnya pun sangat memihak
rakyat. Prabowo sangat humanis dan bekerja
demi kesejahteraan rakyat.
Program-program kerakyatan diciptakan lebih
banyak untuk membangkitkan kerakyatan dan
berpihak kepada rakyat. Program-program
pengentasan kemiskinan, pertanian,
perikanan, kelautan, kehutanan, dan
penciptaan lapangan kerja semata-mata guna
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan
rakyat. Prabowo identik dengan kerakyatan dan
kemaslahatan.
Pada saat yang sama, Hatta Rajasa merupakan
sosok yang sarat pengalaman dalam
menumbuhkan dan membuktikan implementasi
program kerakyatan. Selama menjadi menteri
koordinator perekonomian, Hatta Rajasa
membuktikan dirinya sebagai pengonsep dan
pelopor ekonomi kerakyatan.
6. Prabowo-Hatta Menciptakan
Tradisi Politik Baru
Prabowo mendirikan partai politik untuk
membangun tradisi politik yang baik di
parlemen dan menjadi alat politik untuk
merealisasikan cita-cita politik yang
bermartabat. Partai politik bukan alat
mengeruk dan membobol anggaran negara tetapi
sebagai pengawal rakyat dalam mengisi
kemerdekaan melalui parlemen. Partai
Gerindra menjadi penjaga Indonesia Raya guna
menuju cita-cita kemerdekaan: adil dan
sejahtera.
Prabowo adalah pendiri Partai Gerindra.
Partai ini memiliki visi, misi, dan tujuan
yang sama dengan Prabowo. Partai inilah yang
menjadi kendaraan penting bagi Prabowo untuk
merealisasikan mimpi-mimpinya membuat
Indonesia Berjaya.
Hatta Rajasa adalah sosok reformis yang
mendobrak kebekuan Orde Baru. Bersama
lokomotif reformasi Amien Rais, Hatta Rajasa
menjadi salah satu tokoh yang ingin
mewujudkan tradisi politik baru melalui
penguatan parlemen dan efektifitas
pemerintahan. Hatta menyeimbangkan
dinamisasi parlemen dan eksekutif sebagai
bagian penting representasi demokrasi
kerakyatan.
Melalui Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta
mengalami secara langsung penciptaan tradisi
politik baru baik di pemerintahan maupun di
parlemen. Hatta mendorong demokratisasi
kerakyatan dalam praktik berpolitik yang
santun, beretika, bersih, antikorupsi,
melalui high politic.
7. Prabowo-Hatta Adalah
Gabungan Nasionalis-Religius
Prabowo dikenal sebagai nasionalis sejati.
Di masa kekinian, Prabowo ingin menciptakan
new nasionalism yang menginginkan sebuah
kebangkitan baru rakyat dan bangsa Indonesia
menuju Peradaban Baru Indonesia yang
bermartabat, adil makmur, dan sejahtera.
Dibesarkan dalam tradisi dan tokoh-tokoh
nasionalis, Prabowo menolak kapitalisme dan
liberalisme sebagai penguasa. Prabowo ingin
mewujudkan nasionalis dan humanism sosial
sebagai kombinasi ideology yang
menyejahterakan rakyat pribumi. Bahwa
kesejahteraan hidup adalah menjadi
bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.
Bahwa nasionalis merupakan upaya untuk
mewujudkan masyarakat madani.
Dengan kombinasi nasionalis dan sosial,
Hatta Rajasa akan melengkapinya dengan
kekuatan Religius Demokratis. Hatta
dilahirkan dari keluarga religius dan
demokratis. Keluarga yang taat beribah,
menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa,
mengagungkan Tuhan Penguasa Alam Semesta dan
berjuang untuk menjadikan dirinya dan
agamanya sebagai Rahmatan Lil Alamin,
bermanfaat bagi alam semesta, bagi dunia,
bagi kemajemukan bangsa, bagi kebhinekaan
yang bersatu padu dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Prabowo-Hatta adalah kekuatan Nasionalis,
Sosial, Religius, dan Demokratis (NASRED).
Menjadi Indonesia yang berketuhanan,
berperikemanusiaan, dalam keadaban, bersatu
dalam kemajemukan, merakyat, adil dan
makmur.
8. Prabowo-Hatta Tokoh
Inspiratif, Pemimpin Masa
Depan
Prabowo-Hatta membuktikan dirinya sebagai
tokoh inspiratif dan pemimpin masa depan.
Keduanya adalah kekuatan reformasi yang
mendobrak Orde Baru. Prabowo menciptakan
reformasi dari dalam dan Hatta mendesakkan
reformasi dari luar. Kombinasi inspirasi ini
melahirkan kepemimpinan masa depan yang
tangguh dan kuat.
Padu padan Prabowo-Hatta juga bisa saling
menguatkan. Prabowo seorang militer yang
tegas dan berani. Hatta sosok pribadi yang
jujur berintegritas yang memiliki kekuatan
administrasi dan kecerdikan konsep dan
strategi manajemen. Prabowo tokoh politik
visioner, Hatta tokoh ekonomi kerakyatan.
Prabowo menyatukan bangsa dan negara, Hatta
yang merawat kebhinekaan dan kemajemukannya.
Prabowo yang membangun mercusuar kebangkitan
dan peradaban Indonesia baru, Hatta yang
menyiapkan infrastruktur dan anggarannya.
Prabowo yang menghentak dunia dengan
diplomasi dan kekuatan visi nasionalisnya,
Hatta yang meletakkan konsep dan
strateginya. Prabowo yang menyatukan bangsa
dan negara, Hatta yang merawat kebhinekaan
dan kemajemukannya.
9. Prabowo-Hatta Kombinasi
Militer-Sipil, NU-
Muhammadiyah, Jawa-Luar Jawa
yang Sempurna
Prabowo simbol pemimpin Jawa yang tegas dan
berani. Kombinasi berbeda ditunjukkan Hatta
Rajasa sebagai pemimpin luar Jawa yang jujur
dan berintegritas. Kombinasi pemimpin Jawa
dan Luar Jawa yang pas untuk pemerataan
hasil-hasil pembangunan.
Prabowo tokoh militer yang sangat memegang
janji sapta marga, mencintai bangsa dan
negaranya. Hatta Rajasa tokoh sipil yang
sangat merakyat dan memegang janji suci
kerakyatannya sehingga melahirkan konsep
ekonomi kerakyatan Hattanomic.
Prabowo dikenal sangat dekat dengan NU dan
hidup dalam tradisi nahdliyin dan Hatta
Rajasa merupakan tokoh Muhammadiyah dan
hidup dalam tradisi Muhammadiyah.
“Jika berangkat tugas, sebagai tentara, saya
akan datangi kyai untuk minta amalan-amalan
dan doa keselamatan,” kata Prabowo.
10. Prabowo-Hatta Representasi
Keindonesiaan dan Kejayaan
Prabowo-Hatta mewakili keindonesian dan
keduanya sama-sama menggantungkan impian
bagi kejayaan dan kemajuan bangsa dan negara
ini. Prabowo-Hatta merepresentasikan harapan
bangsa ini untuk lebih bermartabat, duduk
sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan
negara-negara di dunia.
Prabowo-Hatta merepresentasikan harapan
seluruh rakyat untuk hidup lebih layak,
lebih adil, dan lebih makmur. Prabowo- Hatta
merepresentasikan keinginan seluruh elemen
bangsa, laki-laki-perempuan, tua-muda,
kaya-miskin, buruh-majikan, pelajar dan
mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga,
petani, pedagang, pegawai, birokrasi, yang
Islam dan non-Islam, untuk bisa bersatu
padu, bersinergi, bangkit dari keterpurukan,
bangkit dari kemiskinan, bangkit dari bangsa
yang dihinakan menuju kepada kedaulatan,
kemandirian, kesejahteraan, dan kemuliaan
dengan segenap jati diri bangsa yang santun
dan ramah.
Prabowo-Hatta adalah pilihan rasional dan
pilihan hati nurani bagi kepemimpinan bangsa
Indonesia dalam Pemilu Presiden 2014-2019
saat ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 23, 2014 in Uncategorized

 

Inilah Riwayat Calon Presiden Yg Saya Cintai.Pa Prabowo

Anak yang Keras, Cerdas, dan
Tegas
Prabowo Subianto adalah anak dari begawan
ekonomi, Soemitro Djojohadikusumo, yang
menikah dengan Dora Sigar. Apabila
ditelusuri lebih jauh, Prabowo adalah cucu
dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo,
pendiri Bank Negara Indonesia (BNI 46) yang
juga merupakan ketua Dewan Pertimbangan
Agung Republik Indonesia (DPARI) pertama
serta anggota Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, Prabowo
adalah keturunan dari Adipati Mrapat, bupati
Kadipaten Banyumas pertama yang salah satu
kakek buyutnya adalah Panglima Laskar
Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu), atau
yang lebih dikenal dengan nama Raden
Tumenggung Kertanegara III.
Semasa kecil, Prabowo dididik dengan keras
oleh ayah dan ibunya. Hal ini dilakukan agar
ia tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan
tegas. Soemitro, ayah Prabowo, mengaku bahwa
dalam mendidik anak, ia menerapkan dua
sistem. Pertama, kalau anak meminta waktu,
maka orang tua harus meluangkan. Kedua,
orang tua tidak boleh meremehkan anak
seberapa pun nakalnya anak itu. Sementara,
Dora, ibu Prabowo, mengaku bahwa dalam
mendidik anak, ia menerapkan sistem disiplin
ketat. Tata karma dan etika Belanda
diterapkan Dora dalam mendidik anak,
sebagaimana didikan yang ia terima waktu
kecil dari kedua orang tuanya yang sama-sama
berpendidikan Belanda.
Prabowo kecil adalah anak yang sangat keras.
Sifat kerasnya itu sering terlihat mana kala
ia makan bersama keluarganya di meja makan.
Prabowo tidak mau mengikuti tata krama dan
etika yang diajarkan oleh ibunya di meja
makan. Karena itu, ketika makan, tangannya
sering kesana kemari dan ia tidak mau
melipat serbet diatas pangkuannya. Sifat
kerasnya ini sepertinya diturunkan dari
ibunya. Namun, meskipun dikenal sebagai anak
yang keras, Prabowo juga memperlihatkan
bahwa ia memiliki gaya berpikir yang kritis
dan bebas yang diturunkan oleh ayahnya.
Setiap harinya, Prabowo juga suka bermain
perang-perangan bersama teman-temannya di
halaman belakang rumah. Ketika bermain, ia
suka menjadi tokoh baik, seperti tentara
yang menenteng pistol mainan. Bahkan, ia
sangat serius jika bermain menjadi tentara.
Teman-teman sepermainannya suka meniru
gayanya, terlebih terkait cara memegang
senjata. Prabowo pun diminta untuk
mengajarkan bagaimana cara memegang senjata
yang baik yang dinilai teman-temannya persis
seperti tentara perang. Sifat Prabowo
tersebut sepertinya menunjukkan bahwa ia
sangat tertarik dengan dunia militer.
Mengikuti Perjuangan Begawan
Ekonomi Prof. Sumitro
Djojohadikusumo
Prabowo kecil mulai diajak pindah
keluarganya ke Singapura pada sekitar tahun
1950. Waktu itu, Des Alwi, sosok yang
kemudian menjadi diplomat senior Departemen
Luar Negeri Republik Indonesia, menemui Dora
di Palembang. Ia mengajak Dora serta anak-
anaknya, termasuk Prabowo, untuk pindah ke
Singapura karena alasan keamanan.
Des Alwi dan Soemitro adalah sahabat lama
sejak mereka masih sama-sama aktif menjadi
pentolan Partai Sosialis Indonesia (PSI).
Des membantu keluarga Soemitro pindah ke
luar negeri karena merasa bahwa keluarga
Soemitro harus dilindungi. Selain itu, ia
juga merasa senasib dengan keluarga Soemitro
karena sama-sama diburu aparat keamanan
ketika terlibat dalam pemberontakan
Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).
Sementara, Soemitro pada saat itu masih
bergabung dengan Permesta dan ia bersama
para petinggi Permesta sedang mempersiapkan
deklarasi Permesta yang pada akhirnya
digelar pada tahun 1957. Sebenarnya, selain
keluarga Prabowo, ada sekitar sepuluh
keluarga yang diajak Des Alwi untuk pindah
ke Singapura, di antaranya adalah keluarga
Tan Goan Po alias Paul Mawira. Paul Mawira
ini adalah sahabat Soemitro yang juga
seorang ekonom dan pernah aktif di PSI.
Setibanya di Singapura, keluarga-keluarga
pelarian Permesta ini tinggal berdekatan di
kawasan Bukit Timah. Keluarga Soemitro
tinggal di Delkeith Road, sementara keluarga
Kartodirdjo tinggal di Margoliouth Road.
Pada sekitar tahun 1959, karena sebuah
alasan yang tidak disebutkan dalam berita,
keluarga-keluarga pelarian Permesta ini
pindah lagi. Sebagian ada yang pindah ke
Penang, Malaysia, sementara sebagian yang
lain ada yang pindah ke Hongkong. Keluarga
yang pindah ke Penang adalah keluarga
Kartodirdjo. Adapun keluarga yang pindah ke
Hongkong antara lain keluarga Soemitro dan
keluarga Des Alwi. Di sana, mereka sudah
disediakan tempat tinggal oleh kolonel Jacob
Frederick Warouw yang tak lain adalah Atase
Mliter Kedutaan Besar Indonesia di Beijing,
Cina, yang juga menjabat sebagai wakil
perdana menteri Permesta.
Kolonel Jacob mneyediakan flat-flat kecil
yang terdiri dari 3-5 kamar per flatnya
untuk ditempati keluarga Soemitro dan
keluarga Alwi. Khusus untuk keluarga
Soemitro, Kolonel Jacob menyediakan flat
berkamar tiga yang cukup besar untuk
ditempati Soemitro bersama istrinya, anak
perempuannya, dan juga Prabowo.
Selama tinggal di Hongkong, Prabowo suka
bermain bersama teman-temannya sepulang dari
sekolah. Kadang, mereka bermain dikawasan
perbukitan yang masih berhutan lebat yang
letaknya tidak jauh dari flat. Kadang juga
mereka hiking kehutan tersebut, berkemah,
dan meluncur lewat sungai yang ada diatas
bukit. Prabowo juga masih sering bermain
perang-perangan bersama teman-temannya.
Rupa-rupanya, kesukaannya bermain perang-
perangan tidak bisa ia tinggalkan meskipun
ia sekarang tinggal di Hongkong. Bahkan,
ketika Prabowo mengetahui bahwa salah satu
teman bermainnya ada yang anak tentara,
Prabowo meminta izin untuk dipinjami bedil
milik ayahnya. Menurut teman-temannya semasa
di Hongkong, Prabowo adalah anak yang berani
dan cenderung cepat marah. Namun,
kemarahannya itu juga cepat hilang.
Satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun
1960, Prabowo diajak pindah lagi ke
Malaysia. Di sana, ia tinggal bersama
keluarganya di daerah Petaling Jaya, Kuala
Lumpur. Selama tinggal di Malaysia, ayah
Prabowo sempat membuka pabrik perakitan alat
elektronik merek Preiere dari Perancis. Kala
itu, usia Prabowo menginjak sembilan tahun.
Ia pun disekolahkan di Victoria Intitution,
sebuah sekolah paling bergengsi di Malaysia.
Tiga tahun kemudian, Prabowo lagi-lagi
diajak pindah bersama orang tuanya. Kali
ini, negara yang dituju adalah Swiss. Di
sana, Prabowo disekolahkan di International
School yang terletak di Zurich. Namun, hanya
satu tahun Prabowo bersekolah di sana
sebelum akhirnya melanjutkan sekolah
menengah atasnya di American School yang ada
di London, Inggris.
Menjadi Pemuda yang Cerdas dan
Berani Berdebat
Pada sekitar tahun 1967, setelah berhasil
menamatkan sekolah di American School yang
ada di Inggris, Prabowo diajak orang tuanya
kembali ke Indonesia. Ketika itu, usia
Prabowo 16 tahun. Walau masih tergolong
muda, tetapi karakter Prabowo sudah terlihat
jelas bahwa ia akan menjadi pemuda yang
cerdas dan berani berdebat. Hal ini terlihat
mana kala ia suka bergaul dengan para
politikus senior, termasuk juga berdebat
dengan mereka. Tidak hanya itu, Prabowo juga
berani berdebat dengan intelektual-
intelektual senior seperti Soe Hok Gie dan
Sudjatmoko. Di mata dua intelektual itu,
Prabowo adalah pemuda yang cerdas, cepat
memahami persoalan, dan juga berani
berdebat. Bahkan, Soe Hok Gie juga pernah
menulis kesan tentang Prabowo ini di buku
hariannya.
Dalam kesehariannya, rupa-rupanya Prabowo
diketahui sangat gemar membaca buku-buku
politik, di antaranya karya George Mc Turnan
Kahin dan karya Leo Tolstoy, sastrawan Rusia
yang banyak menulis buku politik. Selain
itu, Prabowo jua diketahui mengagumi tokoh-
tokoh perlawanan, seperti Che Guevara dan
Yasser Arafat. Tidak ketinggalan, gerakan
antikolonialisme Mesir yang dipimpin oleh
Gamal Abdul Nasser juga sangat dikagumi
Prabowo. Mungkin, inilah yang menjadi
penyebab mengapa selama ini Prabowo tumbuh
menjadi pemuda yang cerdas dan berani
berdebat.
Membangun Jaringan dengan Para
Aktivis Pergerakan
Soemitro yang mengetahui kecerdasan dan
keberanian Prabowo dalam berdebat kemudian
menyarankan anaknya itu agar membangun
banyak jaringan dengan para aktivis
pergerakan yang pada saat itu ada di
Indonesia, seperti kelompok aktivis
sosialis, kelompok aktivis anti-Soekarno,
dan kelompok Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar
Indonesia (KAPPI). Prabowo pun mengamalkan
saran ayahnya ini sampai akhirnya ia
membangun jaringan dengan Jopie Lasut,
seorang tokoh atau petinggi KAPPI.
Prabowo kemudian meminta saran kepada
ayahnya atas langkah yang perlu dilakukan
bersama Jopie Lasut. Soemitro menyarankan
agar Prabowo mengajak Jopie Lasut
berkeliling Pulau Jawa untuk mengenal lebih
dekat negara yang selama satu dekade
ditinggalkannya. Prabowo kemudian berangkat
bersama Jopie Lasut dengan mobil ayahnya
ditemani sopir yang merupakan mantan anggota
Partai Komunis Indonesia (PKI). Sepanjang
perjalanan, Prabowo menemukan bahwa yang
menjadi persoalan di Pulau Jawa adalah
masalah sosial dan ekonomi. Maka dari itu,
ia mencetuskan ide mendirikan Korps Lembaga
Pembangunan yang tujuannya adalah untuk
membantu rakyat, khususnya yang terbelit
masalah sosial dan ekonomi, terkait Korps
Lembaga Pembangunan ini, Prabowo mengaku
bahwa ia terinspirasi oleh Korps Perdamaian
(Peace Corps) yang digagas oleh Presiden
Amerika Serikat, John F. Kennedy, pada tahun
1961.
Ketika kegiatan Korps Lembaga Pembangunan
ini sudah berjalan, Prabowo bersama Jopie
Lasut banyak membantu komunitas ekonomi,
termasuk di antaranya pengrajin sepatu di
Cibaduyut, Bandung. Selain itu, mereka juga
membantu para relawan yang dulunya pernah
bergabung dalam Korps untuk bersama-sama
membantu rakyat. Di antara para relawan yang
dibantu antara lain Wimar Witoelar, Kuntoro
Mangkusubroto, dan Sarmono Kusumaatmadja.
Seiring dengan berjalannya waktu, Korps ini
didirikan di beberapa kota besar di Pulau
Jawa, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali,
Semarang, dan Bandung. Namun, pada akhirnya,
kegiatan Korps ini lumpuh karena masalah
internal yang terjadi di dalamnya.
Beberapa bulan setelah kegiatan Korps
Lembaga Pembangunan vakum, Prabowo mempunyai
ide untuk mengumpulkan anak-anak mantan
petinggi PSI yang telah pindah ke luar
negeri karena diburu aparat keamanan.
Kemudian, direalisasikanlah idenya itu untuk
kemudian berdiskusi dengan para ekonom dan
turun ke desa-desa. Salah satu tokoh yang
diajaknya berdiskusi adalah Emil Salim yang
pada saat itu bekerja sebagai dosen di
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Niat
Prabowo untuk membangun jaringan dengan para
aktivis pergerakan kemudian berhenti mana
kala ia memutuskan untuk masuk di akademi
militer.
Meniti Karier di Akademi
Militer
Pada tahun 1970, Prabowo memutuskan untuk
masuk di Akademi Militer Nasional (AMN) yang
ada di Magelang, Jawa Tengah, atas sponsor
Kepala Intelijen Negara yang pada saat itu
dijabat oleh Sutopo Juwono. Di akademi ini,
Prabowo mulai mengenal dunia militer, mulai
dari strategi bertahan hidup (sebagai
tentara), strategi perang, sampai peralatan
alutsista.
Prabowo mengaku bahwa meski sejak kecil ia
sangat menyukai dunia militer, namun baru
kali ini cita-citanya kesampaian. Sebelum
masuk di akademi militer ini, Prabowo
sebenarnya sudah diterima di University of
Colorado dan George Washington University,
Amerika Serikat. Akan tetapi, ia malah lebih
memilih belajar di akademi militer daripada
belajar di bangku kuliah.
Setelah empat tahun berjalan, Prabowo
menamatkan pendidikannya di AMN. Dua tahun
kemudian, ia bergabung dengan Komando
Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), cikal
bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Dari sini, karier Prabowo mulai melejit,
apalagi setelah ia menikah dengan Siti
Hediati Heriyadi (mbak Titik) yang tak lain
adalah putri Presiden Soeharto pada saat
itu.
Dalam sebuah catatan sejarah, disebutkan
bahwa pada tahun 1976, Prabowo berhasil
menjadi Komandan Peleton Para Komando
Group-1 Kopassandha. Setahun kemudian,
Prabowo juga berhasil menjadi Komandan Kompi
Para Komando Group-1 Kopassandha. Sementara,
setelah menikah, Prabowo berhasil menjadi
Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus tahun
1983-1985. Kemudian, ia berhasil menjadi
Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas
Udara 328 Kostrad tahun 1985-1987.
Karier Prabowo ternyata tidak berhenti
sampai di sini. Ia pun menjadi Komandan
Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad
pada tahun 1987 sampai tahun 1991, Kepala
Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/
Kujang I/Kostrad tahun 1991-1993, Komandan
Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus
tahun 1993-1995, Wakil Komandan Komando
Pasukan Khusus pada tahun 1994, Komandan
Komando Pasukan Khusus tahun 1995-1996,
hingga akhirnya ia berhasil menjadi Komandan
Sekolah Staf dan Komando ABRI pada tahun
1998.
Menyikapi karier Prabowo yang cepat melejit
ini, Soemitro, ayah Prabowo berkomentar,
“Kenaikan pangkat yang cepat dari anak saya
itu sudah jelas mengundang ketidaksenangan
bagi beberapa orang. Kondisi kecemburuan
seperti ini sudah merupakan sifat umum dari
manusia dimana pun.”
Prabowo, Pemimpin yang
Dicintai Prajurit
Pada tahun 1997, Prabowo dituduh mendalangi
penculikan terhadap sejumlah aktivis pro-
Reformasi. Dalam penculikan ini, setidaknya
tiga belas orang dikabarkan hilang, termasuk
di antaranya aktivis Herman Hendrawan,
Petrus Bima, dan seniman teater rakyat Widji
Thukul. Penculikan ini dilakukan dalam tiga
tahap, yaitu menjelang pemilu Mei 1997,
menjelang pelaksanaan sidang MPR pada bulan
Maret 1998, serta tepat menjelang
pengunduran diri Presiden Soeharto pada
tanggal 21 Mei 1998.
Terkait penculikan ini, Prabowo sendiri
mengaku bahwa ia hanya memerintahkan Tim
Mawar untuk menculik sembilan orang aktivis
yang kesemuanya sudah dilepaskan kembali
setelah diculik. Mereka adalah Desmond
Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius
Lustrilanang, Faisol Reza, Rahardjo Walujo
Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, dan
Mugianto dan Andi Arief.
Pada bulan Mei 1998, Prabowo dituduh akan
melakukan kudeta dan menggerakkan tentara ke
Jakarta dan sekitar kediaman Presiden
Habibie. Karena tuduhan rencana kudeta
tersebut, Prabowo diberhentikan (secara
hormat) dari jabatannya sebagai Panglima
Kostrad oleh Wiranto atas perintah Presiden
Habibie. Atas pemberhentian itu, Prabowo
berkata, “Keputusan memecat saya adalah sah.
Saya tahu banyak di antara prajurit saya
akan melakukan apa yang saya perintahkan.
Tetapi, saya tidak mau mereka mati berjuang
demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan
bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri
saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri.
Saya adalah seorang prajurit yang setia.
Setia kepada negara, setia kepada republik.”
Mengasingkan Diri di Jerman
dan Yordania
Berbagai tuduhan membuat Prabowo
meninggalkan tanah air. Ia kemudian
dikabarkan mengasingkan diri di Jerman dan
Yordania. Di dua negara tersebut, Prabowo
membangun bisnis bersama adiknya yang telah
lama menggeluti dunia bisnis, Hashim
Djojohadikusumo.
Berkali-kali Prabowo berniat untuk kembali
ke tanah air. Namun, niatnya itu selalu
diurungkan mana kala ia dinasehati oleh
Ahmad Soemargono, ketua Komite Indonesia,
dan Fadli Zon, ketua Partai Bulan Bintang,
untuk tetap menetap di salah satu negara
tersebut. Alasan yang dikemukakan oleh kedua
orang ini dalam menasihati Prabowo selalu
sama, yakni Prabowo akan ditembak mati oleh
para sniper jika ia kembali ke tanah air.
Prabowo yang pada saat itu masih kecewa
dengan tuduhan-tuduhan yang ditujukan
kepadanya lantas percaya dengan nasihat
kedua orang itu.
Kegiatan Prabowo selama di Jerman dan
Yordania tak terpantau jelas oleh media
Nusantara. Yang jelas, Prabowo mengatakan
bahwa aktivitasnya adalah merintis bisnis
keluarganya di bidang perdagangan umum.
Namun, di luar merintis bisnis, Prabowo juga
dikabarkan mempunyai aktivitas memberi
ceramah di sebuah sekolah komando angkatan
bersenjata. Ini persis sebagaimana yang
diberitakan oleh seorang wartawan Jerman,
“Ia beberapa kali memberi ceramah di sebuah
sekolah komando angkatan bersenjata di
Jerman.”
Di Jerman, Prabowo juga dikabarkan
memperoleh perlindungan istimewa dari
pemerintah setempat. Setelah ditelusuri
lebih lanjut, hal ini sepertinya ada
kaitannya dengan aktivitasnya memberikan
ceramah tersebut. Sementara itu, di
Yordania, Prabowo juga mendapatkan
perlindungan istimewa dari Raja Abdullah,
Raja Yordania pada saat itu yang diketahui
sebagai teman dekat Prabowo. Di Yordania,
Prabowo dikabarkan melatih tentara militer
setempat.
Selama tinggal di Jerman dan Yordania,
Prabowo berkali-kali mendapatkan surat dari
Wiranto untuk menghadiri pesta ulang tahun
TNI. Namun, ketika Prabowo meminta saran
Fadli Zon, ketua Partai Bulan Bintang
itu justru mengatakan bahwa dibalik surat
itu, ada niatan Wiranto untuk menangkap
Prabowo karena banyaknya kasus di dalam
negeri yang menyangkut keamanan negara dan
melibatkan Prabowo.
Sekembalinya ke tanah air, Prabowo membeli
sebagian saham PT Kertas Nusantara yang
berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur.
PT. Kertas Nusantara pada mulanya adalah
bernama Kiani Kertas. Perusahaan ini
sebelumnya dimiliki oleh Bob Hasan.
Kemudian, Prabowo membeli sahamnya
menggunakan pinjaman senilai 1,8 triliun
rupiah dari Bank Mandiri.
Selain memiliki PT. Kertas Nusantara,
Prabowo juga diketahui memiliki perusahaan
bernama Nusantara Group yang membawahi 27
perusahaan di dalam dan luar negeri.
Perusahaan-perusahaan yang dimiliki Prabowo
bergerak di bidang perkebunan, tambang, batu
bara, dan kelapa sawit.
Perjalanan Karier Politik
Di awal perjalanan politiknya, Prabowo
bergabung dengan Partai Golkar, kemudian
mencalonkan diri sebagai calon presiden dari
Partai Golkar pada Konvensi Capres Golkar
tahun 2004.
Usaha Prabowo untuk menjadi calon presiden
dari Partai Golkar mendekati kemenangan.
Namun ia harus merelakan mana kala ia hanya
lolos sampai putaran akhir karena kalah
dengan suara yang dimiliki Wiranto. Setelah
kekalahan itu, Prabowo tidak hanya diam. Ia
lanjut mencalonkan diri sebagai Ketua Umum
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Pada akhirnya, terpilihlah Prabowo sebagai
ketua umum HKTI mengalahkan pesaing-
pesaingnya seperti Ja’far Hafsah dan
Setiawan Jodi. Prabowo kemudian resmi
dilantik sebagai ketua HKTI pada tanggal 5
Desember 2004.
Selama menjadi ketua HKTI, Prabowo gencar
tampil dalam iklan di televisi menyuarakan
harapan masyarakat tani yang ingin hidupnya
diperhatikan oleh pemerintah dan sejahtera,
karena sebagaimana yang diketahui, bangsa
Indonesia adalah bangsa yang kaya, terutama
dalam bidang pertanian. Setelah sukses
menjadi ketua HKTI, Prabowo melanjutkan
untuk menjadi ketua Asosiasi Pedagang Pasar
Seluruh Indonesia (APPSI). Hasil musyawarah
nasional APPSI menyatakan bahwa Prabowo
dipilih secara aklamasi sebagai ketua umum
APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo pun
dilantik sebagai ketua APPSI pada tanggal 6
Agustus 2008. Selama menjadi ketua APPSI,
Prabowo gencar mengkritik kebijakan
pemerintah terkait pembukaan supermarket/
hipermarket baru yang jaraknya tidak begitu
jauh dengan pasar tradisional. Padahal,
kebijakan ini sangat merugikan para pedagang
pasar tradisional.
Disamping mengkritik, Prabowo juga
menyuarakan agar pemerintah membatasi jumlah
supermarket/hipermarket yang ada di kota-
kota di seluruh Indonesia. Sebab,
bagaimanapun, keberadaan lokasi perbelanjaan
tersebut sangat merugikan pedagang pasar
tradisional. Dalam sebuah wawancaranya
dengan wartawan, Prabowo berkata, “Selama
ini,pedagang pasar tradisional selalu
dianaktirikan, sehingga ketika pasar modern
didirikan, para pemilik modal pedagang pasar
harus rela dibubarkan karena ada
pembongkaran.”
Selain menjadi ketua HKTI dan APPSI, Prabowo
sekarang juga menjabat sebagai Ketua
Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
serta Presiden PERSILAT. Kecintaannya pada
seni bela diri pencak silat dimulai sejak ia
masuk Akademi Militer. Saat menjabat sebagai
Komandan KOPASSUS, seluruh pasukannya
diwajibkan untuk berlatih silat. Selama
menjadi Ketua Umum IPSI, tim nasional pencak
silat Indonesia selalu juara umum di ajang
internasional seperti SEA GAMES dan ASEAN
Games. Salah satu cita-cita Prabowo adalah
menjadikan pencak silat salah satu cabang
olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
Mendirikan Partai Gerindra &
Maju Sebagai Calon Presiden
Menjadi Ketua Umum HKTI menyadarkan Prabowo
bahwa kemampuan organisasi advokasi untuk
mewujudkan perubahan nyata sangat
terbatas. Akhirnya pada tahun 2008_, Prabowo
mendirikan partai yang diberinya nama
Gerindra (Gerakan Indonesia Raya). Ketika
pemilu legislatif tahun 2009 digelar, partai
ini berhasil meloloskan wakilnya ke DPR
karena berhasil meraih 4,2 persen suara.
Namun, keberhasilan ini rupanya tidak
berhasil membawanya menjadi wakil presiden
yang pada saat itu berpasangan dengan
Megawati dari Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP).
Kekalahan Prabowo dalam pemilu tahun 2009
rupanya tidak menyurutkan minatnya untuk
maju lagi dalam pemilu 2014. Namun, kali ini
ia tidak mencalonkan diri sebagai wakil
presiden, melainkan sebagai calon
presiden. Dalam pemilu 2014 ini, Prabowo
diprediksi akan menjadi capres terkuat,
melebihi Jokowi yang dicalonkan oleh PDIP.
Prediksi tersebut dihasilkan bukan tanpa
survei, melainkan hasil survei dari sebuah
majalah mingguan di Inggris, The Economist,
dan jurnal di Amerika Serikat, The Wall
Street Jurnal. Keduanya telah melakukan
survei jauh-jauh hari dan hasilnya
menempatkan Prabowo sebagai calon terkuat
dan jauh mengungguli calon-calon dari partai
lain.
Alasan Prabowo bisa menjadi capres terkuat
nomor satu dalam pemilu 2014 adalah
kepiawaiannya dalam merekrut tim sukses
pemilu yang siap tempur dan siap bekerja
keras. Selain itu, ia juga piawai dalam
merekrut mantan-mantan jenderal yang satu
visi dengannya, juga kumpulan aktivis ’98
yang selama ini keras berteriak
mendukungnya, para petani yang terhimpun
dalam HKTI, dan para pedagang pasar
tradisional yang terhimpun dalam APPSI.
Namun, hasil survei tersebut hanyalah
prediksi. Hasilnya tentu dapat kita buktikan
sendiri pada 9 Juli 2014.
Profil Lengkap
Nama Lengkap: Prabowo Subianto
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 17
Oktober 1951
Agama: Islam
Pendidikan:
* SD (Hongkong)
* Victoria Institution (Malaysia)
* International School (Swiss)
* American School In London, United Kingdom
* AKABRI Magelang
Kursus/Pelatihan:
* Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
* Kursus Para Komando (1975)
* Jump Master / Instruktur Terjun
Payung (1977)
* Kursus Perwira Penyelidik (1977)
* Free Fall / Terjun Bebas (1981)
* Counter Terorist Course, GSG-9 Germany
(1981)
* Special Forces Officer Course, Ft. Benning
USA (1981)
Jabatan:
* Komandan Peleton Para Komando Group-1
Kopassandha (1976)
* Komandan Kompi Para Komando Group-1
Kopassandha (1977)
* Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus
(1983-1985)
* Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas
Udara 328 Kostrad (1985-1987)
* Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara
328 Kostrad (1987-1991)
* Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara
17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
* Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan
Khusus (1993-1995
* Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus
(1994)
* Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996
* Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
(1996-1998)
* Panglima Komando Cadangan Strategi TNI
Angkatan Darat (1998)
* Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI
(1998)
* Ketua Umum HKTI Periode 2004-2009
* Ketua Umum HKTI Periode 2010-2015
* Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak
Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011
* Komisari Perusahaan Migas Karazanbasmunai
di Kazakhstan
* Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
* Presiden dan CEO PT Nusantara Energy
* Presiden dan CEO PT Jaladri Nusantara
* Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
* Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan
(Universitas Kebangsaan)
* Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (KSI)
Penghargaan:
* Bintang Kartika Eka Paksi Naraya
* Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
* Satya Lencana Seroja Ulangan-III
* Satya Lencana Raksaka Dharma
* Satya Lencana Dwija Sistha
* Satya Lencana Wira Karya
* The First Class The Padin Medal Ops Honor
dari Pemerintah Kamboja
* Bintang Yudha Dharma Naraya
Prestasi:
* Selaku warga negara yang peduli, pada usia
yang sangat muda (16 tahun) Prabowo turut
mendirikan lembaga swadaya masyarakat
pertama di Indonesia bernama Lembaga
Pembangunan. Di Lembaga Pembangunan, Prabowo
bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan
aktivis lainnya mengorganisir mahasiswa
Indonesia untuk turut serta dalam
menjalankan berbagai usaha-usaha kerakyatan
diantaranya pembangunan infrastruktur
desa. Selengkapnya: http://sinarharapan.co/
index.php/news/read/22879/prabowo-subianto-
dan-catatan-soe-hok-gie.html
* Selaku prajurit KOPASSUS, Prabowo berhasil
mengamankan Presiden Fretilin, Nicolau
Lobato, dalam operasi penangkapan pada
tanggal 31 Desember 1978. Waktu itu, Prabowo
Subianto bertindak sebagai kapten yang
memimpin 28 pasukan elit.
* Selaku prajurit KOPASSUS, Prabowo nerhasil
memimpin operasi penyelamatan peneliti
Ekspedisi Lorentz 95 yang disekap oleh
Organisasi Papua Merdeka dalam operasi
pembebasan sandera mapenduma pada tahun
1996. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak
sebagai komandan. Prabowo membuktikan kepada
konsultan-konsultan militer dari Delta
Force Amerika dan SAS Inggris bahwa misi
penyelamatan yang mereka vonis “mission
impossible” dapat diselesaikand dengan baik
oleh KOPASSUS. Selengkapnya: http://
tinyurl.com/OperasiMapenduma
* Selaku prajurit KOPASSUS, tim Prabowo
berhasil mengibarkan bendera merah putih di
puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, di
kawasan Himalaya pada tanggal 26 April
1997. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak
sebagai pemrakarsa yang memimpin tim yang
terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri,
FPTI, dan mapala UI untuk mendaki puncak
Everest. Maka, Indonesia berhasil menjadi
negara pertama di kawasan tropis sekaligus
negara pertama di Asia Tenggara yang
mencatat sukses menggapai puncak Everest.
Selengkapnya: http://tinyurl.com/
EkspedisiEverest
* Prabowo berhasil mengharumkan nama
Kopassus di dunia internasional dengan
berbagai prestasinya, sehingga KOPASSUS
diakui sebagai salah satu pasukan elit
terbaik dunia, memiliki kesejahteraan yang
paling baik dibandingkan satuan lainnya dan
juga memiliki kelengkapan militer yang dapat
disejajarkan dengan satuan elite militer
dunia.
* Selaku pembina olahraga polo berkuda di
Indonesia, pada Januari 2014 Prabowo telah
berhasil menjadikan tim polo berkuda
Indonesia menjuarai Kejuaraan Polo Berkuda
se-Asia. Tim nasional Indonesia yang terdiri
dari putera-putera petani
berhasil mengalahkan tim nasional India,
Cina, dan Korea Selatan yang diwakili oleh
putera-putera raja-raja.
Selengkapnya: http://tinyurl.com/PoloBerkuda
* Selama menjabat sebagai Ketua Umum IPSI,
prestasi tim nasional pencak silat Indonesia
selalu berkibar di kejuaraan internasional.
Selama 20 tahun terakhir, Prabowo memastikan
tim nasional pencak silat mendapat
pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik,
dan fasilitas pelatnas terbaik. Bahkan,
Prabowo mengawasi langsung latihan dengan
menjadikan rumahnya tempat latihan silat.
Selengkapnya: http://www.merdeka.com/
peristiwa/prabowo-rela-rumahnya-jadi-tempat-
latihan-pencak-silat.html
* Selaku Ketua Dewan Pembina Partai
Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra alat
politik bagi putera-puteri terbaik bangsa
seperti Basuki T Purnama (Ahok), M. Ridwan
Kamil, dan Bima Arya Sugiarto untuk maju di
pilkada dan memimpin daerahnya. Ketiganya
sekarang diakui sebagai pemimpin yang
berhasil membawa perubahan nyata di provinsi
DKI Jakarta, kota Bandung dan kota Bogor.
Prestasi Ahok, Ridwan Kamil dan Bima Arya
juga adalah prestasi Prabowo.
Selengkapnya: http://
jabar.tribunnews.com/2014/02/15/prabowo-
ridwan-kamil-jadi-wali-kota-bandung-nggak-
pakai-duit
* Selaku Ketua Dewan Pembina Partai
Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra partai
politik dengan transparansi proses dan
transparansi keuangan terbaik, diakui
oleh Transparency International Indonesia
(TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).
Di awal tahun 2013, Partai Gerindra
mempelopori pendaftaran calon anggota DPR
dan DPRD secara terbuka dan pemilihan
berdasarkan prestasi (merit based).
Selengkapnya: http://www.antikorupsi.org/id/
content/icw-tuntut-keterbukaan-informasi-
keuangan-partai-politik
* Masih bicara mengenai transparansi, selaku
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo
gigih memastikan kader Gerindra menghemat
uang negara. Salah satu sikap yang diambil
adalah memastikan tidak ada kader Gerindra
di DPR dan DPRD yang mengikuti “kebiasaan”
jalan-jalan dengan kedok studi banding ke
luar negeri. Selengkapnya: http://
http://www.gatra.com/pemilu-partai/44368-gerindra-
haramkan-kadernya-gunakan-uang-rakyat-untuk-
studi-banding.html
* Selaku Ketua Dewan Pembina Partai
Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra partai
pertama dan satu-satunya partai politik yang
mendeklarasikan sebuah rencana aksi yang
akan dijalankan. Rencana aksi yang dinamakan
“6 Program Aksi Transformasi Bangsa” ini
disusun oleh Prabowo bersama dengan ratusan
profesor dan guru besar dengan target-target
yang jelas dan terukur.
Selengkapnya: http://
tinyurl.com/6ProgramPrabowo
* Selaku Ketua Dewan Pembina Partai
Gerindra, Prabowo selalu menekankan akan
pentingnya aksi nyata berkesinambungan.
Salah satu realisasi dari konsep ini adalah
layanan ambulans gratis Partai Gerindra yang
sudah berjalan sejak tahun 2010. Saat ini
armada ambulans gratis Partai Gerindra
terdiri dari 400 mobil dan 400 tim relawan
kesehatan yang siap memastikan setiap warga
tidak mampu dapat memperoleh bantuan
kesehatan secara gratis.
Selengkapnya: http://partaigerindra.or.id/
ambulance-gerindra
* Selaku warga negara biasa yang terdorong
untuk membantu sesama warga negara, Prabowo
pernah membantu kepulangan 200 BMI yang
mengalami kesulitan di Yordania. Prabowo
juga pernah membebaskan seorang BMI korban
perdagangan manusia asal NTT, Wilfrida Soik
di Malaysia dari tuntutan mati di Pengadilan
Kelantan dengan merangkul pengacara terbaik
Malaysia Tan Sri Dr. Muhammad Shafee
Abdullah. Selengkapnya: http://
http://www.tribunnews.com/nasional/2014/04/07/
prabowo-sukses-bebaskan-wilfrida-dari-
hukuman-mati
* Selaku warga negara biasa yang peduli,
selama enam tahun terakhir Prabowo konsisten
menyelenggarakan Piala Garuda – turnamen
sepakbola tingkat nasional untuk kelompok
usia U-12, U14 dan U16. Piala Garuda telah
berhasil meluluskan beberapa orang pemain ke
tim nasional U-19, tim yang telah berhasil
mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang
internasional. Adalah cita-cita Prabowo agar
tim nasional Indonesia suatu hari dapat
bertanding dan memenangkan piala dunia.
Selengkapnya: http://bola.okezone.com/
read/2013/12/28/49/918731/64-ssb-bertarung-
di-piala-garuda-vi
* Selaku warga negara yang peduli dan
memahami pentingnya pendidikan, Prabowo
mengelola beasiswa penuh hingga tingkat
mahasiswa untuk seluruh warga yang
membutuhkan yang tinggal di sekitar rumahnya
di Desa Bojong Koneng, Megamendung,
Kabupaten Bogor. Selengkapnya: http://
news.detik.com/pemilu2014/
read/2014/04/12/203716/2553409/1562/sosok-
prabowo-subianto-di-mata-anaknya
* Selaku warga negara yang peduli dan
memahami pentingnya pendidikan, Prabowo
bersama Prof. Yohanes Surya menyelenggarakan
Olimpiade Fisika Tingkat Asia (APHO). Dalam
kompetisi ini, Prabowo bersama Prof. Yohanes
Surya membuktikan bahwa setiap anak bangsa
yang mendapatkan kesempatan untuk belajar
dengan baik dapat berprestasi di tingkat
internasional. Selengkapnya: http://
http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=1&id=270
* Selaku Calon Presiden 2014, Prabowo telah
terbukti sebagai satu-satunya Calon Presiden
yang berani menandatangani kontrak politik
untuk mewujudkan aspirasi kaum buruh
Indonesia sekiranya dipercaya sebagai
Presiden RI Periode 2014-2019.
Selengkapnya: https://id.berita.yahoo.com/
hadiri-may-day-prabowo-teken-kontrak-
politik-dengan-084824457.html
* Selaku Calon Presiden 2014, Prabowo telah
terbukti sebagai satu-satunya Calon Presiden
yang menemukan dan berjanji akan menutup
kebocoran kekayaan Republik Indonesia yang
jumlahnya (menurut tim pakar Prabowo) adalah
Rp. 1.160 triliun per tahun. Selengkapnya:
http://tinyurl.com/Bocor1000T

NB: saya pilih bapa tulus dan cinta sungguh – sungguh dari dalam hati saya pribadi.
Karena saya cinta Indonesia.
Semoga Allah Swt Meluruskan Niat Hati Bapa.Menuju Indonesia Bangkit.
Salam Indonesia Raya.

image

 
Leave a comment

Posted by on June 23, 2014 in Uncategorized

 

Would You Die For Me, Daddy?

Coach Daddy

photo credit: Kalexanderson via photopin cc photo credit: Kalexanderson via photopincc

“Would you die for me, daddy?”

Grace tiptoed behind me into the kitchen to ask her question.

She knows I love her, because I always hold out six plain wings for her 8-year-old taste buds when I make them spicy for her sisters and I kiss her face and sing songs about her even if she doesn’t particularly want me to right then.

“Would you die for me?”

To die for her would be to let her down in a way, so I have to measure my words carefully.

How do you tell a baby that yes, you’d die for her, but that you’d rather not? It’s better to stick around for when she starts middle school and high school and finds the going rough on the soccer field or in home room or in the mall when a friend thinks it’s a great…

View original post 534 more words

 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2014 in Uncategorized

 
Gallery

When You Were My Age

When You Were My Age

The Life of Kylie

My Dad and MeThis is what I believed:

You were on a secret mission for the government. You’d been selected because of your special military skills. You were undercover, top secret, incognito. Every once in a while, I’d see a man who looked a little bit like you. Was it you, so well-disguised? I knew you were watching us.

View original post 703 more words

 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2014 in Uncategorized

 

What I Wish I Had Known, Then

What I Wish I Had Known, Then
 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2014 in Uncategorized

 

Funereality – Part One

lostnchina

When our beloved pet cockatiel of seventeen years died, my dad had witnessed the event.  He said that Binky had been acting sluggish for about a week – sitting on his perch, feathers puffed up, eyes closed, not eating.  And when dad finally looked at him closely – as if on cue – Binky gave one final chirp/croak and fell face first from his perch onto the bottom of his feces-lined cage, knocking down his favorite toy bell, which then fell into his water dish, spraying water everywhere.  To hear my dad describe the event, it was as if Binky’s death been captured on camera from different angles, then played back to us in slow-motion with “Carmina Burina” playing in the background – complete with the bird’s eyes fluttering towards the sky, as he drew his last breath.

Shocked and saddened by Binky’s death, my dad tried to find an…

View original post 2,397 more words

 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2014 in Uncategorized

 

Found Poems Found

Fisher Lane

Truffling, came across a sheaf of cut-out poems I made whilst at college in the mid-18th Century. These are part of a larger work, largely a love story, and whilst I pore over that much for longer, I’d like to share these five fun-bunnies here on Fisher Lane.

IMG_6667IMG_6668IMG_6669IMG_6670IMG_6671

View original post

 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2014 in Uncategorized